TUHAN , izinkan aku hidup

aku adalah Reisha ananda putri, teman-teman ku memanggil aku eisha usia ku sekarang 17 tahun. aku anak satu-satunya, ya.. bisa dibilang aku anak emas gitu hehe .

aku tinggal bersama ibuku, ayah ku telah meninggal saat aku berusia 15 tahun, ayah meninggal karena sakit yang dideritanya. aku juga tidak mengetahui penyakit apa yang telah merenggut nyawa ayah. karena ayah tidak pernah menceritakannya kepada kami. ayah hanya memendam dan merasakan sendiri sakitnya. ayah tidak ingin membuat kami khawatir dan takut. kepergian ayah mengubah segalanya, seandainya ayah tau aku sangat merindukan ayah. tetapi aku tidak boleh terus-terusan sedih karna ayah tidak akan tenang disana. aku yakin Tuhan telah menempatkan ayah di sisi terindah Nya.

sekarang aku duduk dibangku kelas 3 SMA, aku mempunyai teman-teman yang baik dan menyayangi ku nama nya refi, indah, dan farah.

siang ini aku janjian dengan mereka ingin pergi ke toko buku , maklum lah sudah kelas tiga jadi sibuk mempersiapkan untuk Ujian Nasional.

aku datang terlambat ke toko buku karna harus membantu ibu di toko kue. dari jauh terdengar suara farah teriak. sepertinya dia kesal lama menunggu ku.

“eishha … lama banget lo dateng nya, udah cape nih gue nunggun lo disini. ” teriak farah dengan nada kesal

“maaf farah gue tadi bantuin nyokap gue dulu di toko roti pegawainya lagi pada istirahat” kata ku sambil menunduk berharap farah tidak marah lagi dengan ku.

“sudah-sudah jangan marah-marah farah, eisha kn sudah minta maaf. lagi pula dia terlambat kan karna ada alasannya.” kata indah.

“yasudah ayu kita masuk, jangan kelamaan diluar.” refi mengajak kami masuk ketoko buku.

kami berpencar untuk mecari buku . tak beberapa lama mencari buku aku merasakan sakit yang tak biasa di sekujur tubuh ku, dan tiba-tiba darah keluar dari hidung ku. pandangan ku mulai kabur, dan tanpa ku sadari aku pingsan dan teman-teman ku membawa ku kerumah sakit.

saat aku terbangun aku sudah berada ditempat yang paling menakutkan untuk ku. “RUMAH SAKIT” dan disamping aku ada ibuku , teman-teman ku dan satu lagi yang spesial Rezky dia adalah sahabat ku dari aku SD dia yang selalu ada disamping ku disaat aku membutuhkannya. pada saat ayah meninggal dia lah teman setia ku yang selalu setia menemaniku dan menghiburku agar aku bisa mengikhlaskan ayah pergi.

semua teman-teman ku panik melihat aku tiba-tiba pingsan di toko buku.

“lo kenapa sha ?” kata refi dengan wajah memelas

“gue gak kenapa-kenapa ko fi. lo tenang aja ya paling cuma sakit biasa ko nanti juga sembuh ko. kan gue anak yang kuat bukan begitu teman-teman …. ? ” kata ku sambil menghangatkan suasana agar tidak tegang.

kami bercanda-bercanda melihat kekonyolan farah dan indah yang mencoba menghibur ku dengan joget gangnam style, itu loh jogetan dari Korea yang lagi jadi tranding topik dimana-mana.

disaat kami sedang asik tertawa, tiba-tiba suster masuk dan memanggil ibu ku.

“permisi.. Ibu ira, anda ditunggu diruangan Dokter hadi segera.” kata suster kepada ibu ku.

seketika suasana menjadi hening. jantung gue berdebar begitu cepat. mulai timbul pertanyaan dalam benak ku.

apa yang sebenarnya terjadi dengan ku ?

apa yang ingin dokter kata kan kepada ibu ?

apa penyakit ku ini serius ?

semua pertanyaan itu membuat aku khawatir.

 

sesampainya diruangan dokter hadi…..

“permisi dok. anda memanggil saya ?” kata ibuku

“iya, ibu silahkan masuk. ada yang ingin saya bicarakan dengan ibu mengenani penyakit anak ibu.” kata dokter hadi dengan wajah yang mulai berubah serius.

“ada apa dengan anak saya dok ?” ibu berubah menjadi ketakutan

“ibu harap tenang dan sabar mendengar ini semua. menurut hasil diagnosa dan hasil laboratorium, anak ibu Reisha positif mengidap kanker darah atau leukimia stadium akhir.”

seketika suasana diruangan dokter hadi berubah menjadi menegangkan, perlahan ibu mulai menitikan air matanya.

“itu , tidak mungkin dok.. bilang sama saya kalo dokter bohong, hasil diagnosa itu salah kan dok, anak saya itu anak yang kuat dok. tidak mungkin dia menderita penyakit yang menakutkan seperti itu. dokter pasti bohong. bilang sama saya kalo dokter itu bohong.” ibu tidak dapat menahan rasa takutnya.

“ibu harap tenang, ibu harus bisa menerima kenyataan ini, ini lah yang terjadi dengan Reisha.” kata dokter mencoba menenangkan ibu.

“lalu apa yang harus saya lakukan dok. untuk menyelamatkan anak saya, saya tidak ingin kehilangan belahan jiwa saya untuk kedua kalinya dok. tolong bantu saya selamatkan anak saya.” kata ibu memohon kepada dokter

“hanya ada satu cara yaitu dengan kemoterapi atau transparasi sumsum tulang belakang.”

“lakukan apa pun yang dokter bisa lakukan untuk menyelamatkan anak saya.”

” saya akan berusaha semaksimal mungkin, dan pasrahkan segalanya kepada yang maha kuasa. hanya doa yang dapat membantu  kesembuhan anak ibu.”

“terima kasih dokter.” kata ibu

 

ibu berjalan meninggalkan ruang dokter. ibu bingung harus mengatakan apa kepada ku. tiba-tiba ibu datang dan langsung memeluk ku. aku menjadi bingung apa yang sebenranya terjadi pada ibu ? kenapa tiba-tiba ibu memelukku sakan-akan bakal terjadi sesuatu yang menakutkan terhadap diri ku.

“ibu kenapa ?” tanya ku bingung.

“ibu tidak kenapa-kenapa nak. ibu hanya ingin memeluk mu. jangan bikin ibu khawatir seperti ini lagi yah nak. karna hanya kamu yang ibu miliki saat ini. dan kamu adalah harta berharaga ibu.”

aku semakin tidak mengerti dengan ucapan ibu.

“iya ibu, eisha janji gak akan bikin ibu khawatir lagi, maafin eisha yah bu. sudah ibu jangan nangis lagi yah, nanti eisha jadi ikut sedih. ibu sebenarnya apa yang terjadi sama eisha, dokter bilang apa bu ? eisha sakit apa ?”

seketika ibu diam dan suasana di dalam kamar inap ku menjadi hening. wajah teman-teman ku pun menegang.

“kamu yang sabar ya nak. kamu harus kuat, ibu yakin kamu bisa melewati ini semua. dokter mengatakan kamu mengidap leukimia stadium akhir” kata ibu sambil meneteskan air mata.

semua teman-teman ku pun meneteskan air mata, termasuk aku. dengan tenang aku menjawab.

“oh kirain aku kenap. itu mah bukan hal yang menakutkan untuk aku ibu, aku pasti bisa melewati semua ini. karna aku punya ibu dan sahabat-sahabat yang menyayangiku, kalian semua tenang aja yah tidak akan terjadi apa-apa dengan ku.”

mendengar ucapan ku mereka semua tersenyum seakan mempunyai harapan bahwa tidak akan terjadi apa-apa dengan ku.

sejujurnya aku pun takut dengan nama penyakit yang memang asing bagi ku, jika aku tidak ada siapa yang akan menjaga ibu ? siapa yang akan membantu ibu di toko roti ? dan siapa yang menemani Rezky serta teman-teman ku.

aku pernah bermimpi bermain dengan ayah disebuah taman yang indah yang dipenuhi dengan bunga-bunga dan kupu-kupu yang cantik, ayah memeluku erat, ayah bilang ayah kangen dengan ku dan ibu. saat itu aku ingin sekali ikut bersama ayah. tapi ayah melarangku untuk ikut dengan nya.

“ayah. boleh kah aku ikut dengan ayah ? disini enak ayah tempatnya indah. aku betah disini.” kata ku kepada ayah

ayah memeluku dan mengatakan “kamu boleh ikut dengan ayah dan tinggal disini bersama ayah. tapi bukan sekarang nak. kalau kamu ikut dengan ayah siapa yang akan menjaga ibu nanti ? kasian ibu kesepian sendiri tanpa kamu dan ayah. sekarang kamu harus bahagian ibu terlebih dahulu. baru kamu boleh ikut dengan ayah.”

itulah kata-kata ayah yang masih selalu ku ingat. satu persatu teman-teman ku maningalkan ruangan ku dan hanya Rezky yang ada didalam ruangan ku.

“eisha.. mau gak kamu janji sama Rezky ?” kata rezky sambil memgang tangan ku.

“janji apa rezky ?”

“kamu janji ya jangan tinggalin rezky, jangan tinggalin kita semua, kalau kamu pergi rezky sama siapa ? rezky gak mau kehilangan eisha.”

“iya rezky eisha janji gak akan ninggalin rezky sendiri.”

rezky tersenyum dan mencium tangan ku.

“Rezky sayang sama eisha lebih dari sekedar sahabat.”

“eisha juga punya rasa yang sama kaya rezky, eisha merasa aman disamping rezky, eisha merasakan kehadiran sosok ayah di diri rezky. eisha janji eisha akan selalu ada disamping rezky.”

 

hari terus berganti hari, minggu terus berganti minggu, bulan terus berganti bulan, semua pengobatan telah aku jalani demi kesembuhan ku. hingga pada akhirnya aku merasa lelah dan aku sudah tidak kuat. mereka semua ada disni, menemaniku, mendampingi ku, selama pengobatan berjalan.

aku berbicara kepada sahabat-sahabat ku refi, indah dan farah.

“teman-teman terima kasih atas semua nya kalian sudah menemaniku selama aku pengobatan samapi sekarang. terima kasih buat kenangan indah yang telah kalian ukir dihidup ku, kalian telah mengajarkan aku tentang arti sebuah persahabatan dan kebersamaan, perbedaan yang sering terjadi diantara kita yang mempersatukan kita, kalian akan selalu ada dihati dan pikiran ku selamanya. walaupun aku tlah tiada di dunia ini lagi.”

aku pun berbicara dengan Rezky.

“rezky terima kasih telah memberikan warna untuk hidup ku, terima kasih telah memberikan kebahagiaan diwaktu yang singkat ku. terima kasih selalu setia menemaniku, dan kamu tidak malu memliki wanita penyakitan seperti ku. maafin aku Rezky.. aku tidak bisa menepati janji ku kepada mu. aku lelah. tapi yakin lah aku akan selalu berada di samping mu untuk selamanya. dan aku selalu memperhatikan mu dari jauh. kirimi aku doa itu lah cara mu memeluk ku dari jauh.

dan untuk ibu.

“ibu terima kasih telah menjadi pelita di malam-malam gelap ku. terima kasih ibu atas kasih sayang yang telah engkau limpahkan kepada ku. maafin aku ibu jika aku belum bisa untu membahagiakan mu, maafin aku ibu, aku harus meninggalkan mu. aku akan selalu menjaga ibu dari jauh, aku tidak akan membiarkan siapa pun membuat ibu menangis, ikhlaskan aku pergi bu. izinkan aku untuk tinggal bersama ayah.”

“pergi lah nak, jika itu membuat mu bahagia, ibu ikhlas nak.”

 

dari kejauhan aku melihat sebuah cahaya yang indah dan ayah datang menghampiriku untuk menjemputku ikut bersamanya. untuk ibu, sahabat-sahabat ku, dan rezky jangan tangisi kepergian ku. aku disni telah bahagia bersama ayah. berada ditempat yang indah. aku selalu ada dihati kalian untuk selamanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s