MOTIVASI (MOTIVATION)

MOTIVASI (MOTIVATION)

A.    PENGERTIAN DAN PANDANGAN MOTIVASI DALAM ORGANISASI

Motivasi akan mempengaruhi, mengarahkan dan berkomunikasi dengan bawahannya, yang selanjutnya akan menetukan efektivitas manajer. Ada dua faktor yang mempengaruhi tingkat prestasi yaitu, kemampuan individu dan pemahaman tentang perilaku untuk mencapai prestasi yang maksimal, disebut persepsi peranan.

Motivasi dapat juga disebut dengan istilah kebutuhan (need), desakan (urge), keinginan (wish) atau dorongan (drive), yang mempunyai pengertian sebagai suatu keadaan yang ada pada diri seseorang yang mendorong untuk melakukan suatu kegiatan guna mencapai keinginan atau tujuan.

1.      MODEL TRADISIONAL

Model ini mengisyaratkan bagaimana manajer menentukan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan dengan sistem pengupahan insentif untuk memacu para pekerja agar memberikan produktivitas yang tinggi.

2.      MODEL HUBUNGAN MANUSIAWI

Karyawan perlu dimotivasi melalui pemenuhan kebutuhan-kebutuhan sosial dan membuat mereka berguna dan penting dalam organisasi.

3.      MODEL SUMBER DAYA MANUSIA

Kebutuhan untuk berprestasi dan memperoleh pekerjaan yang berarti, dala arti lebih menyukai pemenuhan kepuasan dari suatu prestasi kerja yang baik, diberi tanggung jawab yang lebih besar untuk pembuatan keputusan dan pelaksanaan tugas.

 

B.     TEORI-TEORI MOTIVASI

1. Teori Petunjuk, bagaiana cara memotivasi para karyawan, yang didassarkan atas pengalaman coba-coba.

2. Teori Isi, menanyakan apa penyebab perilaku. Macam teori ini yaitu :

a.      Hirarki kebutuhan dari Abraham Mslow

Menekankan pada kebutuhan manusia yang tersusun dalam bentuk hirariki kebutuhan dari yang rendah sampai yang tertinggi.

b.      Teori motivasi higienis Farde Rick Herzberg

Ada dua kelompok faktor yang mempengaruhi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu Kepusan kerja serta Tidak kepuasan kerja. Motivator mempunyai pengaruh meningkatkan prestasi atau kepuasan kerja, sedangkan faktor pemeliharaan mencegah merosotnya semangat kerja.

c.       Teori prestasi David cCleland

Orang yang berorientasi prestasi mempunyi karakteristik-karakteristik tertentu yang dapat dikembangkan, yaitu :

a)      Menyukai pengambilan resiko

b)      Punya kecenderungan untuk menetapkan tujuan-tujuan prestasi

c)      Mempunyai kebutuhan yang kuat

d)     Mempunyai keterampilan

Teori Proses, menjelaskan bagaimana perilaku dimulai dan dilaksanakan. Termasuk dalam hal ini :

 Teori Pengharapan

 MOTIVASI = Pengharapan bahwa peningkatan usaha akan mengarah ke peningkatan balas jasa

X

Penilaian individu terhadap balas jasa sebagai hasil usahanya

 

 

Teori Pembentukan Perilaku

 

Rangsangan                 Tanggapan                Konsekuensi                   Tanggapan

(stimulus)                                                                                            di waktu

Yang akan

Datang

 

Teori Porter Lawler

Merupakan teori pengharapan dari motivasi dengan orientasi masa mendatang, dan menekankan antisipasi tanggapan atau hasil.

Teori Keadilan

Teori keadilan ini memberikan implikasi bahwa penghargaan harus diberikan sesuai yang dirasa adil oleh individu yang bersangkutan.

 

C.    KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Komunikasi yang efektif adalah penting bagi manajer karena sebagai proses dimana fungsi manajemen seperti fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi kepemimpinan, dan fungsi pengendalian dapat dicapai.

Proses komunikasi memungkinkan para manajer menjalankan tanggung jawabnya dan informasi harus dikomunikasikan kepada manajer sebagai dasar pembuatan keputusan dalam pembuatan fungsi-fungsi manajemen baik secara tertulis maupun lisan.

 

D.    PENGERTIAN KOMUNIKASI

Komunikasi diartikan sebagai proses pemindahan dalam gagasan atau informasi seseorang ke orang lain.

Komunikasi dapat menghubungkan antara bagian yang berbeda disebut rantai pertukaran informasi. Hal ini mengandung unsure-unsur : 1. Sebagai kegiatan untuk seseorang mengerti, 2. Sebagai sarana pengendalian informasi, dan 3. Sebagai sistem bagi terjalinnya komunikasi diantara individu-individu.

 

E.     PROSES KOMUNIKASI

1.      MODEL KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

 

Pengirim                Berita                 Penerima

 

Pengirim adalah seseorang yang mempunyai kepentingan untuk mengkomunikasikan kepada orang lain.

Pengkodean pengirim mengkodekan informasi ke dalam bentuk symbol atau isyarat yang biasanya dalam bentuk kata-kata agar orang lain mengerti tentang informasi yang disampaikan.

Pesan pesan dapat dalam segala bentuk yang biasanya dapat dirasakan atau dimengerti satu atau lebih dari indra penerima.

Saluran adalah cara mentransmisikan pesan.

Penerima orang yang menafsirkan pesan dari penerima.

Penafsiran kode adalah proses dimana penerima menafsirkan pesan dan menterjemahkannya menjadi informasi yang berarti baginya.

Umpan balik adalah pembalik dari proses komunikasi dimana reaksi terhadap komunikasi pengirim dinyatakan.

 

2.      KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

a.      Jalur Komunikasi Formal

Efektivitas komunikasi akan efektif melalui dua cara yaitu : a) Jalur formal dimana jarak yang semakin meluas dan berkembang serta tumbuhnya organisasi. b) jalur formal komunikasi menghambat arus yng besar dari informasi diantara tingkat-tingkat organisasi.

b.      Sturktur Wewenang

Dalam orgaanisasi dimana perbedaan statis dan kekuasaan akan mempengaruhi isi dan ketepatan komunikasi.

c.       Spesialisasi Jabatan

Anggota organisasi yang sama akan menggunakan istilah-istilah, tujuan, tugas, waktu dan gaya yang sama dalam berkomunikasi.

d.      Pemilikan informasi

Individu-individu nenpunyai informasi dan pengetahuan yang khas mengenai tugasnya.

 

F.     JARINGAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

1.      Lingkaran

B hanya dapat berkomunikasi dengan A dan C, untuk berkomunikasi dengan E harus melalui A atau melalui C dan D.

2.      Rantai

Dua bawahan yaitu A dan E melapor kepada B dan D selanjutnya kepada C.

3.      Huruf Y

Terdapat sekertariat dimana surat-surat diterima oleh E, dan selanjutnya disortir oleh D dan didistribusikan oleh C. Dimana C dapat berkomunikasi langsung dengan A,B,D dan E.

 

G.    SALURAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

1.      KOMUNIKASI VERTIKAL

Komunikasi ke atas dan atau kebawah dalam rantai komando.

2.      KOMUNIKASI LATERAL ATAU HORIZONTAL

Meliputi pola aliran kerja dalam organisasi yang terjadi antara anggota-anggota kelompok kerja yang sama dan di antara departemen-departemen pada tingkat organisasi yang sama.

3.      KOMUNIKASI DIAGONAL

Komunikasi yang memotong secara silang diagonal rantai perintah organisasi dan merupakan hasi hubungan antara departemen lini dan staf.

 

H.    KOMUNIKASI INFORMAL

Bentuk dari komunikasi ini timbul karena adanya berbagai maksud yaitu :

  1. Pemuasan kebutuhan manusiawi
  2. Perlawanan terhadap pengaruh yang monoton dan membosankan
  3. Keinginan untuk mempengaruhi perilaku orang lain.
  4. Sumber informasi hubungan pekerjaan.

 

I.       EFEKTIVITAS KOMUNIKASI

1.      KEBUTUHAN AKAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

Untuk mencapai komunikasi yang efektif diperlukan beberapa cara yaitu kesadaran akan kebutuhan komunikasi yang efektif dan penggunaan umpan balik.

Komunikasi umpan balik atau dua arah memungkinkan proses komunikasi berjalan lebih efektif dan dapat menciptakan lingkungan yang komunikatif dalam organisasi.

2.      KOMUNIKATOR YANG LEBIH EFEKTIF

The American Management Association (AMA) menyusun sepuluh pedoman efektifitas komunikasi organisasi yaitu :

  1. Cobalah menjernihkan gagasan anda sebelum berkomunikasi
  2. Telitilah kegunaan sebenarnya dari setiap komunikasi
  3. Pertimbangkan situasi manusia dan fisik secara keseluruhan bilamana anda berkomunikasi
  4. Berkonsultasi dengan orang lain
  5. Berhati-hatilah ketika berkomunikasi
  6. Ambilah kesempatan baik bila muncul untuk menyampaikan sesuatu
  7. Lakukan tindak lanjut komunikasi anda
  8. Berkomunikasi untuk hari esok sebaik hari ini
  9. Paastikan bahwa tindakan anda mendukung komunikasi anda
  10. Berusahalah bukan saja untuk dimengerti tetapi juga untuk mengerti serta jadilah pendengar yang baik.

 

J.      HAMBATAN TERHADAP KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

1.      HAMBATAN ORGANISASIONAL

  1. Tingkat Hirarki
  2. Wewenang Manajerial
  3. Spesialisasi

 

2.      HAMBATAN ANTAR PRIBADI

  1. Persepsi selektif
  2. Kedudukan komunikator
  3. Keadaan membela diri
  4. Pendengaran lemah
  5. Ketidaktepatan penggunaan bahasa

KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)

K.    KEPEMIMPINAN

Menurut Stoner kepemimpinan adalah sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas. Ada tiga implikasi penting yaitu :

Pertama, kepemimpinan melibatkan orang lain

Kedua, kepemimpinan merupakan pembagian kekuasaan yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota kelompok.

Ketiga, kepemimpinan di samping dapat mempengaruhi bawahan juga mempunyai pengaruh.

 

L.     PENDEKATAN STUDI KEPEMIMPINAN

Ada tiga pendekatan yaitu :

  1. Kepemimpunan itu tumbuh dari bakat.
  2. Kepemimpinan tumbuh dari perilaku
  3. Bersandar pada pandangan situasi.

 

M.   PENDEKATAN SIFAT-SIFAT KEPEMIMPINAN

Ukuran dalam pencarian cirri kepemimpinan menggunakan dua pendekatan yaitu :

  1. Membandiingkan bawahan dengan pemimpin
  2. Membandingkan ciri pemimpin yang efektif dengan yang tidak efektif.

 

N.    PERILAKU PEMIMPIN

1.      FUNGSI-FUNGSI KEPEMIMPINAN

Agar berjalan efektif, seseorang haus melakukan dua fungsi utama yaitu :

  1. Fungsi yang berkaitan dengan pemecahan masalah.
  2. Fungsi-fungsi pemeliharaan.

2.      GAYA-GAYA KEPEMIMPINAN

Gaya kepemimpinan meliputi :

  1. Gaya dengan orientasi tugas.
  2. Gaya berorientasi dengan karyawan.

 

O.    TEORI X DAN TEORI Y DARI McGREGOR

Asumsi teori X :

  1. Rata-rata kodraat manusia malas atau tidak menyukai pekerjaaan.
  2. Rata-rata kodrat manusia lebih menyukai diarahkan.
  3. Karakteristik manusia dalam menjalankan tugas untuk mencapai organisasi cenderung dipaksa.

Asumsi teori Y :

  1. Rata-rata kodrat manusia dalam kondisi layak.
  2. Penghargaan yang berhubungan dengan prestasi merupakan tujuan.
  3. Potensi intelektual manusia dalam kondisi kehidupan industri hanyan sebagian.
  4. Penggunaan fisik dan mental merupakan kodrat manusia
  5. Pengarahan dala usaha pencapaian tujuan tidak hanya dengan cara mengawasi dan mengancam dalam bentuk hukuman.
  6. Punya kapasitas untuk melakukan imajinasi.

 

P.     EFEKTIFITAS MANAJEMEN EMPAT TINGKAT DARI RENSIS LIKERT

Ada empat sistem efektifitas  manajemen manajer sistem yaitu :

  1. Membuat semua keputusan yang berhubungan dengan pekerjaan dan memerintahkan baawahan untuk melaksanakannya.
  2. Masih memberi perintah-perintah, tetapi bawahan diberi kebebasan untuk mengomentari perintah tersebut.
  3. Setelah perasalahannya didiskusikan dengan bawahannya maka manajer menetapkan tujuan-tujuan dan memerintahkan bawahan untuk melaksanakannya.
  4. Bagaimana cara organisasi seharusnya bekerja.

 

Q.    KISI-KISI MANAJERIAL DARI BLAKE DAN MOUTON

Dua gaya manajemen ini mendasari dua pendekatan pada manajemen yang efektif. Jaringan (kisi-kisi) dimana pada sumbu horizontal adalah perhatian terhadap produksi-produksi sedang pada sumbu vertical adalah perhatian terhadap orang (karyawan)

R.    PENELITIAN DI UNIVERSITAS OHIO STATE DAN MICHIGAN

Di Universitas Ohio State, para peneliti mencoba mempelajari efektivitas dari perilaku kepemimpinan untuk menentukan mana yang apling efektif dari kedua gaya yaiti “Struktur Inisiatif” dan “pertimbangan”.

S.      PENDEKATAN SITUASIONAL “CONTINGENCY”

Pendekatan ini menggambarkan tentang gaya kepemimpinan yang tergantung pda faktor situasi, karyawan, tugas, organisasi dan variable lingkungan lainnya.

1.      KESATUAN KEPEMIMPINAN TANNENBAUM DAN SCHMIDT

Ada tiga kumpulan kekuatan yaitu :

  1. Kekuatan yang terdapat dalam diri manajer
  2. Kekuatan yang terdapat dalam diri bawahan
  3. Kekuatan situasi

2.      TEORI CONTINGENCY (CONTINGENCY MODEL OF LEADERSHIP EFFECTIVENESS) FRED FEDLER

Situasi dikalsifikasikan dengan dua karakteristik yaitu :

1)      Derajat situasi dimana pemimpin menguasai, mengendalikan dan mempengaruhi situasi.

2)      Derajat situasi yang menghadapkan manajer dengan ketidakpastian

 

3.      TEORI SIKLUS HIDUP KEPEMIMPINAN

Hersey dan Blanchard berpendapat bahwa hubungan antara manajer dengan bawahan ada empat tahap yaitu :

  1. Tahap pertama ketika bawahan baru pertama kali masuk organisasi
  2. Tahap kedua masih berorientasi pada tugas
  3. Tahap ketiga kemampudan dan motivasi prestasi sudah mulai kelihatan dan manajer memberikan tanggung jawab yang lebih besar

 

4.      PENTINGNYA FLEKSIBELITAS

Membantu kita untuk member tanggapan secara tepat terhadap organisasi atau situasi, dan melakukan penyesuaian bila sesuatu tidak berjalan menurut perkiraan.

 

 

PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI (CHANGE AND ORGANIZATION DEVELOPMENT)

T.     PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

Manajer senantiasa harus mengantisipasi perubahan-perubahan dalam lingkungan yang akan mensyaratkan penyesuaian-penyesuaian desain organisasi diwaktu yang akan datang.

CARA PENANGANAN PERUBAHAN

  1. Konesp perubahan reaktif
  2. Program perubahan yang direncanakan

 

U.    PENOLAKAN TERHADAP PERUBAHAN

Reaksi-reaksi terhadap perubahan adalah sebagai berikut :

  1. Orang mungkin menyangkal bahwa perubahan seting terjadi.
  2. Orang mungkin mengabaikan perubahan.
  3. Orang mungkin menolak perubahan.
  4. Orang mungkin menerima perubahan dan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.
  5. Orang mungkin mengntisipasi perubahan.

Ada tiga sumber penolakan terhadap perubahan yaitu :

  1. Ketidakpastian tentang akibat dan pengaruh perubahan
  2. Ketidakpastian untuk melepaskan keuntungan yang ada.
  3. Pengaruh akan kelemahan-kelemahan dalam perubahan

 

V.    PROSES PENGELOLAAN PERUBAHAN

Tahap-tahap proses perubahan :

  1. Tekanan dan desakan
  2. Intervensi dan reorientasi
  3. Diagnose dan pengenalan masalah
  4. Penemuan dan komitmen pada penyelesaian
  5. Percobaan dan hasil
  6. Pungutan dan penerimaan

 

W.  PENDEKATAN PERUBAHAN ORGANISASI

1.      PENDEKATAN STRUKTUR

Pendekatan structural dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari :

  1. Aplikasi prinsip-prinsip perancangan organisasi klasik.
  2. Desentralisasi.
  3. Modifikasi aliran kerja

 

2.      PENDEKATAN TEKNOLOGI

Pengenalan teknologi baru yang diikiti pengorganisasian kembali bagian-bagian menjadi kelompok-kelompok lebih kecil.

3.      PENDEKATAN ORANG

Mengubah secara langsung perilaku karyawan melalui pemusatan pad keterampilan sikap, persepsi dan pengharapan mereka, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan lebih efektif.

 

X.    KONSEP PENGEMBANGAN ORGANISASI

  1. Pengenalan bahwa organisaasi mempunyai banyak masalah
  2. Penggunaan ahli keprilakuan
  3. Dukungan dan keterlibatan top manajer
  4. Keterlibatan para pemimpin kelompok kegiatan
  5. Pencapaian sukses awal
  6. Pendidikan bagi anggota tentang pengembangan organisasi
  7. Penghargaan terhdapa kekuatan manajer
  8. Keterlibatan manajer departemen personalia
  9. Penanganan sumber daya pengembangan organisasi internal
  10. Manajemen efektif program pengembangan organisasi
  11. Pengukuran hasil

 

 

MANAJEMEN KONFLIK

(MANAGEMEN CONFLICT)

A.    MANAJEMEN KONFLIK

Manajemen konflik berarti bahwa para manajer harus berusaha menemukan cara untuk mengembangkan konflik dan koperasi.

 

B.     JENIS-JENIS KONFLIK

  1. Konflik didalam individu
  2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama
  3. Konflik antar individu dan kelompok
  4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
  5. Konflik antar organisasi

 

C.    METODE-METODE PENGELOLAAN KONFLIK

1.      METODE STIMULASI KONFLIK

Metode ini digunakan untuk menimbulkan rnagsangan karyawan, karena karyawan pasif yang disebabkan oleh situasi dimana konflik terlalu rendah.

Metode stimulasi konflik meliputi : 1) pemasukan atau penempatan orang luar ke dalam kelompok; 2) penyusunan kembali organisasi; 3) penawaran bonus; 4) pemilihan manajer yang tepat; dan 5) perlakuan yang berbeda dengan kebiasaan.

 

2.      METODE PENGURANGAN KONFLIK

Metode pertama adalah mengganti tujuan yang menimbulkan persaingan. Metode kedua mempersatukan kelompok tersebut untuk mengahadapi ancaman yang sama.

 

3.      METODE PENYELESAIAN KONFLIK

  1. Dominasi dan penekanan
  2. Kompromi

 

D.    KONFLIK STRUKTURAL

1.      Konflik Hirarki

Konflik yang terjadi di berbagai tingkatan organisasi

2.      Konflik fungsional

Konflik yang terjadi antar departemen fungsional organisasi

3.      Konflik linistaf

Konflik yang terjadi antara lini dengan staf

4.      Konflik formal informal

Konflik yang terjadi antara organisasi formal dan informal.

 

E.     KONFLIK LINI DAN STAFF

Pandangan lini :

  1. Staf melampaui wewenangnya
  2. Staf tidak memberikan advis yang sehat
  3. Staf menumpang keberhasilan lini
  4. Staf mempunyai prespektif yang sempit

Pandangan staf :

  1. Lini tidak mau meminta bantuan staf pada waktu yang tapat
  2. Lini menolak gagasan baru
  3. Memberi wewenang yng terlalu kecil kepada staf

Penanggulangan konflik lini dan staf :

  1. Peegasan tentang tanggung jawab
  2. Pengintegrasian kegiatan
  3. Mmengajarkan lini untuk menggunakan staf
  4. Mendapat pertanggung jawaban staf atas hasil\

 

 

 

sumber :

M. A. Mukhyi, Pengantar Manajemen Umum, Gunadarma, Jakarta, 1995

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s