ORGANISASI, KOORDINASI, WEWENANG DELEGASI DAN PENYUSUNAN PERSONALIA ORGANISASI

ORGANISASI (ORGANIZATION)

DEFINISI ORGANISASI (ORGANIZATION)

Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan anggota dalam bentuk struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern.

Organisasi merupakan proses untuk merancang struktur formal, mengelompokan dan mengatur serta membagi tugas diantara para anggota untuk mencapai tujuan.

Organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut :

  1. Organisasi dalam arti badan yaitu kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
  2. Organisasi dalam arti bagan yaitu gambaran skematis tentang hubungan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu :

  1. Adanya tujuan bersama
  2. Adanya kerjasama dua orang atau lebih
  3. Adanya pembagian tugas
  4. Adanya kehendak untuk bekerja sama

TEORI-TEORI ORGANISASI

ORGANIASI MENURUT ALIRAN KLASIK:

Organisasi mmenurut teori klasik yaitu gambaran sistematis tentang hubungan kerja sama dari orang-orang yang terdapat dalam rangka usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

A. TEORI BIROKRASI

Dikembangkan oleh seorang ahli sosiologi Jerman yang bernama Mark Weber, dengan cirri-ciri :

  1. Adanya pembagian kerja.
  2. Hirarki wewenang secara jelas.
  3. Organisasi mempunyai program rasional.
  4. System prosedur untuk penanganan situasi kerja.
  5. System aturan yang mencakup hak dan kewajiban bagi pemegang jabatan.
  6. Hubungan pribadi imperasional yang tidak didasarkan pada subyektivitas.

B. TEORI ADMINISTRASI DAN TEORI MANAJEMEN ILMIAH

Didasarkan pada prinsip-prinsip kaidah yang dikemukakan oleh Fayol dan Taylor dalam pengertian manajemen ilmiah.

ORGANISASI MENURUT TEORI NEO KLASIK

Ini bukan teori baru, tetapi perbaikan kelemahan-kelemahan teori klasik. Kritik yang dilancarkan pada teori klasik yaitu :

A. Kelemahan kaidah pembagian kerja

  1. Orang terpecah belah sehingga tidak kooperatif.
  2. Adanya perasaan cemburu, tidak senang, irihati.
  3. Tak mau tahu bagian lain.
  4. Disiplin kurang.

Pemecahannya :

–          Tingkatkan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan.

–          Job enlargement

B. Kelemahan pada konsep rentang kendali

Pemimpin harus dapat mengendalikan bawahan yang melaksanakan delegasi.

C. Kelemahan proses scalar dan fungsional

Adanya ketidak seimbangan antara kapasitas dengan wewenang dalam pendelegasian.

Teori neo klasik menganggap penting organisasi informal. Organisasi informal yaitu kumpulan hubungan antara perseorangan tanpa tujuan bersama yang disadari.

STRUKTUR ORGANISASI (DISAIN ORGANISASI)

Faktor yang  menentukan perancangan struktur organisasi yaitu :

  1. Strategi organisasi pencapaian tujuan.
  2. Perbedaan organisasi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk struktur organisasi.
  3. Kemampuan dan cara berpikir para anggota
  4. Besarnya organisasi dan satuan kerja.

Unsure-unsur struktur organisasi terdiri dari :

  1. Spesialisasi kegiatan.
  2. Koordinasi kegiatan.
  3. Standarisasi kegiatan.
  4. Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan kerja.
  5. Ukuran satuan kerja.

BENTUK-BENTUK ORGANISASI

Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan depatementasi yang menunjukan hubungan kerja sama.

Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu :

  1. pembagian kerja
  2. rantai perintah
  3. tipe pekerjaan yang dilaksanakan
  4. pengelompokan segmen-segmen pekerjaan
  5. tingkatan manajemen.

Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut :

1. Bentuk Piramidal, merupakan bentuk yang paling banyak digunakan, sederhana, jelas, dan mudah dimengerti.

struktur organisasi garis bentuk piramidal

2. Bentuk Vertikal, hampir saa dengan bentuk piramidal dalam pelimpahan kekuasaan.

vertikal

3. Bentuk Horisontal, aliran wewenang dan tanggung jawab digambarkan dari kiri ke kanan.

Untitled

4. Bentuk Melingkar, menekankan pada hubungan antara satu jabatan dengan jabatan lain.

melingkar

Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas :

1. Organisasi Garis

merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol.

Ciri-ciri :

  1. organisasinya masih kecil
  2. jumlah karyawan sedikit
  3. saling mengenal
  4. spesialisasi kerja belum tinggi

Kebaikannya:

  1. Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan.
  2. Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan.
  3. Proses pengambilan keputusan cepat.
  4. Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui, juga karyawan yang rajin dan malas.
  5. Rasa solidaritas tinggi.

Kelemahannya:

  1. Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja, apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran.
  2. Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis
  3. Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.

Garis

2. Organisasi Garis dan Staf

Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak.

Kebaikannya:

  1. Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil, serta apapun tujuan perusahaan.
  2. Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adanya staf ahli
  3. Bakat yang berbeda yang dimilki oleh setiap karyawan dapat dikembangkan menjadi suatu spesialisasi.
  4. Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula.
  5. Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi, karena pimpinan masih dalam satu tangan.
  6. Koordinasi lebih baik kerena adanya pembagian tugas yang terperinci.
  7. Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki.

Kelemahan:

  1. Rasa solidaritas menjadi berkurang.
  2. perintah-perintah menjadi kabur dengan nasehat dari staf.
  3. Kesatuan komando berkaurang.
  4. Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan pelaksanaan tugas.

garis dan staff

3. Organisasi Fungsional

Organisasi yang disusun atas dasar fungsi yang harus dilaksanakan.

Kebaikan:

  1. Pembidangan tugas menjadi lebih jelas.
  2. Spesialisasi karyawan lebih efektif dijalankan dan dikembangkan.
  3. Solidaritas kerja, semangat karyawan tinggi.
  4. Koordinasi berjalan lancar da tertib.

Kelemahan:

  1. Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja.
  2. Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan.
  3. Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering timbul konflik.

fungsional

4.  Organisasi Panitia

Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.

Kebaikan:

  1. Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci.
  2. Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil.
  3. Koordinasi kerja telah dibahas oleh satu team.

Kelemahan:

  1. Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang mengambat pelaksanaan tugas.
  2. Tanggung jawabnya tidak jelas, karena tanggung jawabnya sama.
  3. Kreativitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan, karena faktor kolektivitas lebih dipentingkan.

aaaa

ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL

Ada beberapa yang akan dibahas disini yaitu :

Organisasi Statis:

Gambaran skematis hubungan-hubungan kerjasama yang terdapat dala organisasi untuk mencapai suatu tujuan.

Organisasi Dinamis:

kegiatan yang berhubungan dengan usahas merencanakan skeme organisasi, mengadakan depertementasi dan menetapkan wewenang, tugas dan tanggung jawab.

Organisasi Formal:

Kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dikoordinir untuk mencapai sautau tujuan yang ditetapkan secara rasional.

Organisasi Informal:

kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang tidak dikoordinir untuk mecapai tujuan yang disadari tapi akhirnya mempunyai tujuan bersama, dimana kedudukan dan fungsi-fungsi yang dilakukan tampak kabur.

DEPARTEMENTASI (DEPARTEMENTATION)

macam bentuk departementasi yaitu:

DEPARTEMENTASI FUNGSIONAL

Mengelompokan fungsi yang sama atau kegiatan sejenis untuk membentuk satuan organisasi.

ff

DEPARTEMEN DEVISIONAL

Dengan membagi devisi-devisi atas dasar produk, wilayah, langganan, dan proses, dimana tiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri.

Struktur organisasi divisional atas dasar produk:

setiap departementasi bertanggung jawab atas suatu produk yang berhubungan. Struktur ini dipakai bila teknologi pemrosesan dan metode pemasaran sangat berbeda.

devisi pemasaran

Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah

pengelompokan kegiatan atas dasar tempat dimana operasi berlokasi atau menjalankan usahanya. faktor yang menjadi pertimbangan adalah bahan baku, tenaga kerja, transportasi dan lain sebagainya.

wilayah

Struktur organisasi divisional atas dasar langganan

pengelompokan kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk, terutama dalam kegiatan pengelompokan penjualan, pelayanan.

langganan

Struktur organisasi divisional atas dasar proses

pengelompokan kegiatan atas dasar proses yang sering dijumpai dalam departemen produksi. kegiatan-kegiatan ini dapat dikelopokan enjadi departemen pemboran, penggillingan, penggergajian, perkaitan dan penyelesaian terakhir, ini digunakan atas dasar pertimbangan ekonomis.

zzzz

Struktur organisasi divisional atas dasar alphanumerical

dapat digunakan pada pelayanan telepon, isalnya nomer 00000500000 ditempatkan dalam satu departemen dan lainnya ditempatkan di departemen yang lain juga.

Kebaikan struktur divisional :

  1. Semua kegiatan, keterampilan, keahlian untuk memproduksi dan memasarkan dikelompokan menjadi satu dibawah seorang kepala.
  2. Semua kegiatan mudah untuk dikoordinasi dan prestasi kerja terpelihara.
  3. Kualitas dan kecepatan pembuatan keputusan meningkat.
  4. Menempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas.
  5. Merumuskan tanggung jawab dengan jelas dan perhatian dipusatkan pertanggungjawaban atas prestasi kerja,
  6. Membebaskan para kepala eksekutif dalam pembuatan keputusan strategi lebih luas.
  7. Cocok untuk lingkungan yang cepat berubah.
  8. Mempertahankan spesialisasi fungsional dalam setiap divisi.

Kelemahan struktur divisional :

  1. Berkembangnya persaingan disfungsional potensial atas sumber daya perusahaan dan konflik antara tugas dan prioritas.
  2. Seberapa besar delegasi wewenang diberikan.
  3. Masalah kebijaksanaan dalam alokasi sumber daya dan distrbusi biaya overhead perusahaan.
  4. Menimbulkan konsistensi kebijaksanaan antar divisi.
  5. Masalah duplikasi sumber daya dan peralatan yang tidak perlu.

ORGANISASI PROYEK DAN MATRIKS

Struktur organisasi proyek :

menyangkut pembentukan tim-tim, spesialis untuk mencapai tujuan khusus.

proyek

Struktur organisasi matriks :

pada prinsipnya saa dengan sistem proyek, tapi disini para karyawan mempunyai dua atasan, yang tentunya berada di dua wewenang.

Kebaikan :

  1. Memaksimumkan efisiensi penggunaan manajer fungsional.
  2. Mengembangkan keterampilan dan kreativitas karyawan serta fleksibilitas kepada organisasi.
  3. Melibatkan motivasi dan mmenantang karyawan serta memperluas pandangan manajemen terhadap masalah startegi perusahaan yang akhirnya membebaskan manajemen puncak untuk perencanaan.
  4. Menstimulasi kerja sama antar disiplin dan mempermudah kegiatan perusahaan dengan orientasi proyek.

Kelemahan :

  1. Adanya pertanggungjawaban ganda dan kebijaksanaan yang kontrakdiktif.
  2. Memerlukan koordinasi vertikal dan horisontal.
  3. Memerlukan lebih banyak keterampilan antar pribadi.
  4. Menimbulkan resiko timbulnya perasaan anarki.
  5. Sangat mahal untuk diimplementasikan.
  6. Mendorong pertentangan kekuasaan dan lebih mengarah perdebatan daripada kegiatan.

KOORDINASI (COORDINATION)

Koordinasi didefinisikan sebagai proses penyatian tujuan-tujuan perusahaan dan kegiatan pada tingkat satu satuan yang terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

James D. Thomson mebagi tiga saling ketergantungan di antara satuan-satuan organisasi, yaitu :

  1. Ketergantungan yang menyatu (Pooled interdependence)
  2. Ketergantungan yang berurutan (Sequential interdependence)
  3. Ketergantungan timbal balik (reciprocal interdependence)

gambar tiga ketergantungan satuan organisasi

satuan

PEDOMAN KOORDINASI

  1. Koordinasi harus terpusat
  2. Koordinasi harus terpadi
  3. Koordinasi harus berkesinambungan
  4. Koordinasi harus menggunakan pendekatan multi instansional

KEBAIKAN DAN HAMBATAN KOORDINASI YANG EFEKTIF

Kebaikan :

  1. Beban tiap bagian tidak terlalu berat.
  2. Tiap nagian akan memperoleh informasi yang jelas dalam pertisipasi pencapaian tujuan dan tahu peranannya masing-masing sehingga dapat memberikan saran dan komentar terhadap kemungkinan ketidak serasian antar bagian.
  3. Skedul kerja saling terkait sehingga enjamin penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya.

Kelemahan :

  1. Perbedaan tiap bagian dalam orientasi pencapaian tujuan.
  2. Perbedaan dalam orientasi waktu.
  3. Perbedaan orientasi antar pribadi.
  4. Perbedaan dalam formalitas struktur.

PENDEKATAN UNTUK MENCAPAI KOORDINASI YANG EFEKTIF

1. Menggunakan pendekatan teknik-teknik dasar manajemen yang berupa hirarki manajerial, rencana dan tujuan sebagai dasar bertindak.

2. Meningkatkan koordinasi potensial bila tiap bagian saling tergantung satu dengan lainnya serta lebih luas dalam ukuran dan fungsi. Koordinasi ini dapat ditingkatkan dengan melalui dua cara, yaitu :

  1. System informasi vertikal, penyaluran data-data melalui tingkatan-tingkatan organisasi.
  2. Hubungan lateral (horizontal), dengan embiarkan informasi dipertukarkan dan keputusan dibuat pada tingkat dimana informasi diperlukan.

Ada beberapa hubungan Lateral :

  •  Hubungan Langsung
  • hubungan kelompok langsung
  • hubungan silang

Mengurangi kebutuhan akan koordinasi, ada dua metode pengurangan kebutuhan koordinasi, yaitu :

  1. Penciptaan sumber daya tambahan yang memberikan kelonggaran bagi satuan kerja.
  2. Penciptaan tugas-tugas yang dapat berdiri sendiri.

RENTANG MANAJEMEN (SPAN OF CONTROL)

Rentang manajemen adalah untuk melihat kemampuan seorang manajer dalam memimpin dan melakukan koordinasi dilihat dari besar kecilnya jumlah bawahan yang ada dalam tanggung jawabnya.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENTANG MANAJEMEN

  1. Kesamaan fungsi.
  2. Kedekatan geografis.
  3. Tingkat pengawasan langsung.
  4. Tingkat kordinasi pengawasan,
  5. Perencanaan.
  6. Bantuan organisasi yang tersedia.

WEWENANG (AUTHORITY)

Wewenang dapat diartikan sebagai hak untuk meerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tujuan dapat tercapai.

Agar wewenang yang dimiliki oleh seseorang dapat ditaati oleh bawahan maka diperlukan adanya :

1. Kekuasaan (power), yaitu kemampuan untuk melakukan hak tersebut, dengan cara emepengaruhi individu, kelompok, keputusan. menurut jenisnya kekuasaan dibagi menjadi dua, yaitu :

  • Kekuasaan posisi
  • Kekuasaan pribadi

Menurut sumbernya wewenang dibagi menjadi :

  • Kekuasaan balas jasa
  • Kekuasaan paksaan
  • Kekuasaan sah
  • Kekuasaan pengendalian informasi
  • Kekuasaan Panutan
  • Kekuasaan ahli

2. Tanggung jawab dan akuntabilitas, Tanggung jawab yaitu kewajiabn untuk melakukan sesuatu yang timbul bila seorang bawahan menerima wewenang dari atasannya. Akunatabilitas yaitu permintaan pertanggungjawaban atas pemenuhan tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya.

3. Pengaruh yaitutransaksi dimana seseorang dibujuk oleh orang lain untuk melaksanakan suatu kegiatan sesuai dengan harapan orang yang mempengaruhi.

 

LINI DAN STAF

lini dan staf

Baishline mengajukan enam pokok kualifikasi yang harus dipenuhi oleh seorang staf, yaitu :

  1. Pengetahuan yang luas tempat dimana dia bekerja.
  2. Punya sifat kesetiaan, tenaga yang besar, kesehatan yang baik, inisiatif, pertimbangan yang baik dan kepandaian bergaul.
  3. Punya semangat kerja sama yang ramah.
  4. Kestabilan emosi dan tingkah laku yang sopan.
  5. Kesederhanaan.
  6. Kemauan baik dan optimis.

 

JENIS-JENIS STAF

1. Staf khusus (Specialist Staff), memberikan saran, konsultasi serta bantuan serta melayani seluruh lini dan unsur organisasi. Sifat khusus staf spesialis yaitu :

  • Terbatas dalam pemberian nasehat dan bantuan serta tidak empunyai kekuasaan terhadap elemen-elemen dalam organisasi.
  • Nasihat dan bantuannya diberikan kepada seluruh bagian dan seksi.
  • Nasihat dan bantuannya hanya untuk lapangan tertentu.

2. Staf pribadi (Personal Staff), memberikan saran, bantuan dan jasa kepada manajer. Staf pribadi ini ada dua, yaitu :

  • Staff Asisten
  • Line Assistant

untuk mengetahui perbedaan keduanya dapat dilihat dala struktur organisasi di bawah ini.

aaaaaaa

 

WEWENANG LINI, STAF DAN FUNGSIONAL

Wewenang Lini (Line Authority) :

atasan langsung memberi wewenang kepada bawahannya, wujudnya dalamm wewenang perintah dan tercemin sebagai rantai perintah yang diturunkan kebawah melalui tingkatan organisasi.

Wewenang Staf (Staff Authority) :

Hak para staf atau spesialis ntuk enyarankan, memberi rekomendasi atau konsultasi pada personalia lini.

Wewenang Staf Fungsional (Functional Staff Authority) :

hubungan terkuat yang dimiliki staf dengan satuan lini. Bila spesialis staf diberi wewenang fungsional oleh manajemen pucak  maka dia mempunyai hak untuk memerintah satuan lini sesuai dengan kegiatannya.

 

SUMBER KONFLIK LINI STAF

  1. Perbedaan Umur
  2. Perbedaan tugas
  3. Perbedaan sikap
  4. Perbedaan posisi

LINII

 

DELEGASI WEWENANG

Delegasi dapat diartikan sebagai pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal dari atasan kepada orang lain untuk elaksanakan tugas tertentu.

Delegasi Wewenang diartikan sebagai proses pengalihan wewenang dari atasan kepada orang yang ditunjuk. Hal yang perlu diperhatikan dalam mendelegasikan suatu kegiatan kepada orang yang ditunjuk, yaitu :

  1. Menetapkan dan memberikan tujuan serta kegiatan yang akan dilakukan.
  2. Melimpahkan sebagian wewenangnya kepada orang yang ditunjuk.
  3. Orang yang ditunjuk mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan agar tercapainya tujuan.
  4. Menerima hasil pertanggungjawaban bawahan atas kegiatan yang dilimpahkan.

 

PRINSIP-PRINSIP KLASIK UNTUK MENCAPAI PENDELEGASIAN YANG EFEKTIF

  1. Prinsip Skalar
  2. Prinsip Kesatuan Perintah
  3. Tanggung jawab, Wewenang dan Akuntabilitas

 

PENDELEGASIAN YANG GAGAL

Dari segi Manajer :

  1. Manajer merasa kurang haknya dala memutuskan sesuatu.
  2. Manajer tidak mau menghadapi resiko atas kegagalan tugas.
  3. Manajer tidak percaya atas kemampuan bawahannya.
  4. Manajer berpendapat bahwa bawahan akan lebih senang bila dia tidak mempunyai hak pembuatan keputusan yang luas.
  5. Manajer merasa terancam posisinya bila bawahan yang menerima pelimpahan tugas dala mengerjakannya lebih efektif.
  6. najaer tidak mempunyai kemampuan manajerial untuk mendelegasikan tugasnya.

Dari segi karyawan yang menerima delegasi

  1. Menerima tambahan tanggung jawab dan akuntabilitas.
  2. Perasaan akan membuat kesalahan dan menerima kitikan.
  3. Kurang percaya diri akan kemampuannya.

 

SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI

Sentralisasi berarti ada oeusatan dalam pendelegasian wewenang pada tingkat atas, sedang Desentralisasi berhubungan dengan samapi dimana manajer mmelimpahkan wewenangnya kepada bawahan, apakah hanya sampai dikepala bagian, kepala devisi ata kepala cabang dan lain sebagainya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi derajat desentralisasi, yaitu :

  1. Filsafat manajemen
  2. Ukuran dantingkat pertumbuhan organisasi
  3. Strategi dan lingkungan organisasi
  4. Penyebaran geografis organisasi
  5. Tersedianya peralatan pengawasan yang efektif
  6. Keanekaragaman produk dan jasa
  7. Karakteristik organisasi lainnya
  8. Kualitas manajer

 

PENYUSUNAN PERSONALIA (STAFFING)

PROSES PENYUSUNAN PERSONALIA

Proses penyusunan personalia terdiri atas :

  1. Perencanaan sumber daya anusia
  2. Penarikan tenaga kerja
  3. Penyeleksian tenaga kerja
  4. Pengenalan dan orientasi organisasi
  5. Latigan dan pengembangan karyawan
  6. Penilaian pelaksanaan kerja karyawan
  7. Pemberian balas jasa dan penghargaan
  8. Perencanaan dan pengembangan karir

 

PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA

  1. Penentuan jabatan yang akan diisi, kemapuan yang dibutuhkan, serta jumlah yang dibutuhkan.
  2. Pemahaman pasar tenaga kerja potensial
  3. Pertimbangan kondisi permintaan dan penawaran karyawan.

 

PENARIKAN DAN SELEKSI KARYAWAN

Adapun langkah-langkah prosedur seleksi yang dapat digunakan yaitu :

  1. Wawancara pendahuluan.
  2. Pengumpulan data pribadi
  3. Pengujian dan psikotes.
  4. Wawancara yang lebih mendalam.
  5. Pemeriksaan referensi-referensi prestasi.
  6. Pemeriksaan kesehatan
  7. Keputusan pribadi
  8. Orientasi jabatan

 

LATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARYAWAN

1. Metode On the job antara lain yaitu :

  • Coaching dimana atasan memberikan bimbingan dan pengarahan langsung kepada bawahan dalam pelaksanaan pekerjaan rutin mereka.
  • Planned Progression yaitu pemindahaan karyawan dalam saluran-saluran yang telah ditentukan melalui tingkatan-tingkaatan organisasi yang berbeda.
  • Penugasan Sementara dimana bawahan ditempatkan pada posisi manajemen tertentu untuk jangka waktu tertentu.
  • Rotasi Jabatan pemindahan karyawan melakui jabatan-jabatan yang berbeda-beda.
  • Sistem Penilaian Prestasi Formal

2. Metode off the job antara lain yaitu :

  • Program Pengembangan Eksekutif
  • Latihan Laboraturium
  • Pengembangan Organisasi

 

PEMBERIAN KONPENSASI

Penentuan Kompensasi

  1. Kesediaan membayar
  2. Kemampuan membayar
  3. Persyaratan pembayaran

 

 

 

Sumber :

M. A. Mukhyi, Pengantar Manajemen Umum, Gunadarma, Jakarta, 1995

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s