KARANGAN PENALARAN “KEMISKINAN DI DKI JAKARTA”

KARANGAN PENALARAN

KEMISKINAN DI DKI JAKARTA

Kemiskinan merupakan suatu keadaan dimana masyarakat tidak dapat memenuhi standar hidupnya seperti makanan, pakaian, tempat tinggal dan lain sebagainya. Kemiskinan merupakan permasalahan yang kompleks yang dihadapi oleh berbagai Negara di dunia. Setiap Negara di dunia terus berusaha menurunkan tingkat kemiskinan dan menaikan pertumbuhan ekonomi Negara tersebut. Salah satu syarat terjadinya pertumbuhan ekonomi adalah penurunan jumlah kemiskinan. Di Indonesia kemiskinan sudah sejak lama menjadi persoalan bangsa yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Kemiskinan tidak hanya terjadi di pedesaan tetapi juga di kota-kota besar seperti DKI Jakarta. DKI Jakarta sebagai ibukota nyatanya banyak menyimpan permasalahan yang kompleks seperti kemiskinan, pengangguran, kepadatan penduduk, mecet, banjir dan lain-lain. DKI Jakarta mempunyai daya tarik tersendiri bagi sebagian besar warga Negara Indonesia untuk datang ke Jakarta dan mengadu nasib serta peruntungan di Jakarta. Hal ini terjadi karena ketidakmerataan pembangunan di wilayah Indonesia, DKI Jakarta sebagai Ibukota Indonesia lebih di dahulukan pembangunannya dibandingkan dengan wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Sebagai pusat pemerintahan, pusat perekonomian, serta pusat pendidikan, Jakarta menjadi magnet tersendiri yang menarik banyak pendatang. Permasalahan yang sering muncul adalah masyarakat dari luar wilayah Jakarta yang datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan tetapi tidak didasari oleh keterampilan dan tidak memiliki tempat tinggal. Sehingga menimbulkan berbagai permasalahan lain di Jakarta yaitu muncul gelandangan, pengemis, bermunculannya rumah-rumah kumuh dibantaran kali maupun di pinggiran rel Kereta Api. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah DKI Jakarta untuk menanggulangi permasalahan kemiskinan di DKI Jakarta seperti melaksanakan program kebijakan PPMK (Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan), program ini di harapkan mampu membantu menurunkan angka kemiskinan yang ada di DKI Jakarta.

Untuk mengukur kemiskinan di DKI Jakarta, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Dengan pendekatan ini, dapat dihitung persentase penduduk miskin terhadap total penduduk (BPS, 2014).

Gambar 1.1

Perkembangan Persentase Penduduk Miskin Provinsi DKI Jakarta terhadap Nasional Tahun 2008-2012

data kemiskinan

Sumber : BPS, Tahun 2012

Gambar 1.1 menggambarkan perkembangan persentase penduduk miskin Provinsi DKI Jakarta terhadap Nasional tahun 2008-2012. Secara keseluruhan tingkat kemiskinan di DKI Jakarta dalam kurun waktu 2008-2012 terjadi penurunan jumlah penduduk miskin, hanya saja pada tahun tertentu terjadi kenaikan angka kemiskinan. Jika dilihat pada tahun 2009 angka kemiskinan DKI Jakarta sebesar 3,62 persen menurun dibandingkan pada tahun 2008 sebesar 4,29 persen. Namun pada tahun 2011 terjadi kenaikan angka kemiskinan sebesar 3,75 persen dibandingkan pada tahun 2010 sebesar 3.48 persen. Kenaikan angka kemiskinan pada tahun 2011 disebabkan oleh peningkatan harga bahan kebutuhan pokok yang semakin melambung. Selanjutnya pada tahun 2012 angka kemiskinan kembali menurun sebesar 3,70.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s