BAB 1 MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

https://i0.wp.com/1.bp.blogspot.com/_g4UKuNhHmks/S5HhhmCjILI/AAAAAAAABeU/9bxUTfZTIlg/s400/manusia+n+kebudayaan.jpg

MANUSIA

Manusia di alam dunia ini memegang peran yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi.

Dalam ilmu eksakta : manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang memberntuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia (biologi).

Dalam ilmu-ilmu sosial : manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan, makhluk berbudaya, sering disebut homo humanus, dan lain sebagainya.

Unsur-unsur yang membangun manusia :

Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :

    1. Jasad : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto, dan menempati ruang waktu.
    2. Hayat : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
    3. Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara sepiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta uang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahiriyah kebudayaan.
    4. Nafs : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.

Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :

1. id

Struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingtual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan. Proses pemenuhan kepuasan yang disebutkan terakhir yang dilakukan secara tidak langsung disebut sebagai proses primer. Obyek yang nyata dari pemuasan kebutuhan langsung dalam prinsip kesenangan ditentukan oleh tahap psikoseksual dari perkembangan individual.

2. Ego

Sturktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. Ego diatur oleh prinsip realitas, Ego sadar akan tuntunan lingkungan luar, dan mengatur tingkah laku sehingga dorongan instingual Id dapat dipuaskan dengan cara yang dapat diterima. Lingkungan yang dapat diterima disebut sebagai proses sekunder.

3. Superego

Struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego menunjukan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan kontrol diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.

HAKEKAT MANUSIA

a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.

Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujud konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tapi abadi. Jika manusia meninggal jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan.

b.      Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya.

Kesempurnaannya terletak pada adab dan kudayaannya, karena manusia dilengkapi oleh akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat dalam jiwa manusia. Dengan adanya akal manusai mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan adanya perasaan, amnusia mampu menciptakan kesenian. Daya rasa dalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindra. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :

  1. Perasaan Intelektual, perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
  2. Perasaan Estetis, perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
  3. Perasaan Etis, perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
  4. Perasaan diri, perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan diri yang lain.
  5. Perasaan sosial, perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain.
  6. Perasaan religius, perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan.

c.       Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi

Sebagai mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, patologi,genetika, dan lain sebagainya. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan sebagainya.

d.      Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis dan religius. Dengan kehidupan estetis manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagukan dan mengunkapkan kembali karya dalam lukisan, tarian, nyanyian yang indah. Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan. Dengan kehidupan religius, manusi menghayati pertemuannya dengan Tuhan.

KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR

Berikut ini dipaparkan bagan mengenai psiko-sosiagram manusia menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat dalam bukunya yang berjudul kebudayaan, mentalis dan pembangunan. http://gerryghost.files.wordpress.com/2011/02/bagan-psiko-sosiogram.jpg?w=416&h=367 PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski

mengemukakan bahwa cultural determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimilki masyarakat itu. kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta dari kata “budhayah” yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa Latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilakan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsukan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya.”

seorang antropolog yaitu E.B.Tylor mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut : Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.

Koentjaraningrat mengatakan bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yan harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.

A.L Krober dan C.Kluckhon mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.

C.A. Van Peursen mengatakan, bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.

Kroeber dan Klukhon mendefinisikan kebudayaan kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama  keterikatan terhadap nilai-nilai.

 

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

Menurut Melville J. Herkovits mengemukakan pendapatnya bahwa ada empat unsur kebudayaan yaitu :

1. alat-alat teknologi

2. sistem ekonomi

3. keluarga

4. kekuatan politik m

enurut Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan terdiri dari :

1. sistem norma

2. organisasi ekonomi

3. alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan

4. organisasi kekuatan

C. Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of culture mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :

1. sistem religi (sistem kepercayaan)

2. sistem organisasi kemasyarakatan

3. sistem pengetahuan

4.  sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi.

5. sistem teknologi daan peralatan

6. bahasa

7. kesenian

 

WUJUD KEBUDAYAAN

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :

1. kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstral, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.

2. kompleks aktivitas berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diammati atau diobservasi. wujud ini sering disebut sistem sosial.

3. wujud sebagai benda aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai pengunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.

 

ORIENTASI NILAI BUDAYA

kebudayaan sebagai karya manusai memiliki sistem nilai. Menurut C. Kulckhohn dalam karyanya Variation in Value Orientation (1961) sitem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :

1. hakekat hidup manusia (MH) hakekt hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern, ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu mengaggap hidup sebagai suatu hal yang baik “mengisi hidup”.

2. hakekat karya manusia (MK) setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.

3. hakekat waktu manusia (WM) hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, ada yang berpandangan memntingkan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang.

Kerangka Khuckhpn mengenai lima masalah dasar dalam hidup yang menentukan orientasi nilai Budaya Manusia

Masalah dasar dalam hidup kita Orientasi Nilai Budaya
Hakekat hidup (MH) Hidup itu buruk Hidup itu baik Hidup itu buruk, tetapi manusa wajib berikhtiar supaya hidup itu menjadi baik
Hakekat karya (MK) Karya itu untuk nafkah hidup Karya itu untuk kedudukan, kehormatan dan sebagainya Karya itu untuk menambah karya
Persepsi manusia tentang waktu (MW) Orientasi ke masa depan Orientasi ke masa lalu Orientasi ke masa depan
Pandangan manusai terhadap alam (MA) Manusai tunduk kepada alam yang dahsyat Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam Manusia berhasrat menguasai alam
Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya (MM) Orentasi kolateral (horisontal), rasa ketergantungan pada sesamanya (berjiwa gotong royong) Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh atasan dan berpangkat Individualisme menilai tinggi usaha kekuatan sendiri

4. hakekat alam manusia (MA)

ada kebudayaan yang menganggap manusai harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin, ada pula kebudayaan yang beranggapan manusia harus harmonis dnegan alam dan manusai harus menyerah kepada alam.

5. hakekat hubungan manusia (MN)

dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertikal (orientasi kepadaa tokoh-tokoh). ada pula yang berpandangan individualistis (menilai tinggi kekuatan sendiri).

 

PERUBAHAN KEBUDAYAAN

masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya

tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak.

terjadina gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :

1. sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.

2. sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. masyarakat yang hidupnya terbuka, berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah lebih cepat.

proses akulturasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam.

pada saat itulah unsur-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. proses migrasi besar-besaran, dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut.

 

beberapa masalah yang menyangkut proses tadi adalah :

A. unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima

B. unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima

C. Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang baru

D. ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat dari akulturasi

 

pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah :

a. unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya.

contohnya : alat tulis menulis

b. unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat besar.

comtohnya : radio, komputer, telephon yang banyak membawa kegunaan terutama sebagai alat komunikasi.

c. unsur-unsur yang dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur tersebut.

contohnya : mesin penggiling padi

 

unsur-unsur yang sulit diterima oleh suat masyarakat misalnya :

a. unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lainnya

b. unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.

contohnya : soal makanan pokok masyarakat.

 

berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya :

1. terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.

2. jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.

3. corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.

4. suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.

5. apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaanya oleh warga masyarakat yang bersangkutan

 

KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.

kaitan manusia dan kebudayaan tercipta melalui tiga tahap yaitu :

1. Eksternalisasi

proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.

2. Obektifitas

proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusai dan berhadapan dengan manusia.

3. Internalisasi

proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.

 

 

referensi :

Widyo Nugroho, Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Universitas Gunadarma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s