BAB 2 KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DAN KESUSASTRAAN

https://i0.wp.com/4.bp.blogspot.com/-CQydT9NmnII/T37UnDQtoAI/AAAAAAAAAR8/ayhaSgpYwlg/s1600/ilmu_budaya_dasar_040112220156_ll1.jpg

PENDEKATAN KESUSASTRAAN

IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Ingggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah ini, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.

Hampir disetiap jaman, seni termasuk sastra memegang peranan yan penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsadat atau agama.

Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia.

Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi.

Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan gagasan-gagasannya dalam bentuk yang tidak normatif.

ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA

Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.

  1. Prosa lama meliputi :
    1. Dongeng-dongeng
    2. Hikayat
    3. Sejarah
    4. Epos
    5. Cerita pelipur lara
  1. Prosa baru meliputi :
    1. Cerita pendek
    2. Roman/novel
    3. Biografi
    4. Kisah
    5. Otobiografi

NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI

Nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :

Prosa fiksi memberikan kesenangan

Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang dikisahkan.

Prosa fiksi memberikan informasi

Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.

Prosa fiksi memberikan warisan kultural

Prosa diksi daoat menstimulsi imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.

Prosa memberikan keseimbangan wawasan

Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu.

ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI

Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :

  1. Figura bahasa sperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
  2. Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir
  3. Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
  4. Kata-kata konotatif yaaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
  5. Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukisakan, sehingga lebih menggugah hati

Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :

Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia

Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sestra puisi disebut “pengalaman perwakilan”. Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut “imaginative entry”, yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang dituangkan penyair dalam puisinya.

Puisi dan keinsyafan / kesadaran individual

Dengan membaca puisi mahasiswa dapat diajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena melalui puisinya sang penyair mnunjukan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.

Puisi dan keinsyafan sosial

Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, yang terlibat dalam isue dan problem sosial. Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :

  • Penderitaan atas ketidak adilan
  • Perujuangan untuk kekuasaan
  • Konflik dengan sesamanya
  • Pemberontakan terhadap hukum Tuhan

Rendra dalam puisinya “episode” misalnya, melukiskan betapa kemesraan cinta begitu merasuk kedalam jiwa dua sejoli muda-mudi yang sedang menjalin cinta

Kami duduk berdua
di bangku halaman rumahnya.
Pohon jambu di halaman rumah itu

berbuah dengan lebatnya
dan kami senang memandangnya.
Angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran.
Tiba-tiba ia bertanya:
”Mengapa sebuah kancing bajumu
lepas terbuka?”
Aku hanya tertawa.
Lalu ia sematkan dengan mesra
sebuah peniti menutup bajuku.
Sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya

Cinta kasih itu kadang-kadang tidak berdiri sendiri, ia sering berpadu dengan niali-nilai kemanusiaan yang lain sperti penderitaan (kesepian, kesedihan, keputusasaan, dll)

“Padamu jua” misalnya mengungkapkan pandangan hidup ketuhanan dan ratapan haati Amir Hamzah yang hancur luluh karena tali cintanya yang telah begitu mesra dengan seorang gadis jawa direngut dan diputuskan oleh ayahnya, yang akan menjodohkan puteranya dengan gadis pilihan ayahnya yang masih terbilang kemenakannya sendiri.

PADAMU JUA

Habis kikis
Segera cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu

Kaulah kandil kemerlap
Pelita jendela di malam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar, setia selalu

Satu kekasihku
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa

Di mana engkau
Rupa tiada
Suara sayup
Hanya kata merangkai hati

Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas
Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa dara dibalik tirai
Kasihmu sunyi

Menunggu seorang diri
Lalu waktu – bukan giliranku
Matahari – bukan kawanku.

MARI KITA PERHATIKAN KUTIPAN-KUTIPAN PROSA DAN PUISI DI BAWAH INI

Menembus waktu

Rasanya aku pergi masih sore. Tadinya sudah kurencanakan siang hari tapi ada-ada saja halangannya, pukul lima barn aku pulang ke rumah. Tapi tak mengapa, kata teman-teman kalau mau berobat lebih baik agak lambat karena kalau sore-sore banyak pasien sehingga kita hams lama sekali menunggu.

Sambil menunggu waktu sholat mahgrib, sebelum berangkat ke rumah sakit aku membaca dulu sambil tiduran. Dan aku ketiduran entah berapa lama. Tanpa melihat dulu jam ketika bangun, aku langsung pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter yang kata teman-teman hari ini buka praktek di rumah sakit perkebunan.

Aku menolak tawaran Hans yang bersedia mengantar aku, ah… terlalu banyak kebaikan yang diberikannya kepadaku. Entah dengan apa aku hares membalasnya. Aku belum mengerti akan sikap orang yang satu ini, padahal tiga tahun yang lalu aku pemah menyakiti hatinya, menolak cintanya yang tulus. Dan aku memilih satu diantara saingannya.

Tetapi walaupun begitu Hans tidak pemah merasa sakit hati malahan ketika alcu hendak melangsungkan pemikahan dengan Farid ia mau membantu segala macam persiapan. Ketika acara pemikahan itu tidak bisa dilangsungkan karena Farid meninggal tabrakan Haris selalu menghiburku. Bahkan ketika aku sudah tidak tahan lagi tinggal di kotaku, Hans pulalah yang menawarkan jasanya memberi petunjuk supaya aku pindah saja dari kampung halamanku. Ia mencarikan pekerjaan untukku, dan pindahlah aku bekerja di kota Sukaresik ini. Walaupun selama ini ia tidak pemah lagi menyinggung soal cintanya yang dulu pemah diutarakannya padaku, namun aku mengerti akan isi hatinya. Dan sayangnya sampai sekarang aku hanya menganggap dia sebagai kakak dan tidak lebih dari itu.

Aku lupa memakai jam tanganku, sehingga aku tidak tahu pukul berapa saat itu, Aku meluncur dengan motorku menembus kegelapan malam. Udara sangat dingin, tapi aku yakin sekali hari masih sore, barn kira-kira pukul setengah tujuh. Tepat sekali kalau aku datang jam jambegini, karena kemungkinan pasien sudah tidak begitu banyak.

Pemah sekali aku lewat di depan mmah sakit itu ketika jalan-jalan bersama Hark. Rumah sakit itu tidak begitu besar, tapi keadaannya masih baik, walaupun bangunannya sudah sangat tua. Sudah mengalami beberapa kali perbaikan rupanya, karena menunit cerita Haris, rumah sakit itu dibangun sekitar tahun seribu sembilan ratus. Dan itulah sebabnya bangunan rumah sakit itu kelihatan sangat angker ditambah lagi pohon-pohon besar disekelilingnya.

Ketika aku lewat seminggu yang lalu rumah sakit itu kelihatan sangat sepi, hanya satu-dua orang yang datang berobat. Tetapi entahlah kalau memang pada hari itu doktemya sedang tidak praktek. Kata ibu sebelah rumahku, dokter rumah sakit itu datang seminggu dua kali. Aku lupa menanyakan siapa nama doktemya. Yang aku tahu, dokter itu praktek pada had senin dan kamis. Kebetulan hari itu Kamis malam Jum’at.

Jalanan yang kulewati sepi sekali, namun aku tidak merasa takut. Kukira rumah sakit juga masih ramai seperti yang diceritakan Bu Ritno, katanya kalau ada praktek pasti pasiennya banyak bahkan sering sampai jauh malam.

Aku merasa heran, mengapa masih sore bcgini, keadaan jalan sunyi sekali, hanya sebelum memasuki kompleks perwnahan saja ramai. Disana masih banyak bis-bis ma’am yang lewat. Dan jalan kecil yang kulalui ini begitu sunyi tidak ada sebuah kendaraanpun peipapasan denganku.

Agak meremang bulu kudukku tadi ketika mulai memasuki kompleks perumahan itu, karena di kiri kanan jalan yaitu disela-scla bangunan tua tumbuh pohon-pohon raksasa menjulang tinggi sehingga bulan penuh yang menyinari pohon-pohon membuat bayangan hitam pada nunah-rumah

Diambil dan Novel “Menembus waktu” Bab II Oleh : Yati Sadeli

Bonus majalah kartini no 284

Prosa ini menggambarkan hubungan :

Manusia dan Harapan

Pada kalimat “tapi mengapa. Kata teman-teman kalau mau berobat lebih baik agak lambat karena kalau sore-sore banyak pasien sehingga kita harus lama sekali menunggu”.

Terlihat keinginan agar tidak terlalu lama menunggu untuk berobat, sehinggga ia sengaja menemui dokter pada malam hari.

Manusia dan Cinta Kasih

Pada aline ke 3, kalimat ke 3.

“aku belum mengerti akan sikap orang yang satu ini, padahal tiga tahun yang lalu aku pernah menyakiti hatinya, menolak cintanya yang tulus”

Terlihat begitu besar kasih sayang dan cinta Haris yang tulus kepada gadis yan dicintainya, walaupun cintanya ditolak

 Manusia dan Keadilan

“tapi walaupun begitu Haris tidak pernah merasa sakit hati malahan ketika aku hendak melangsingkan pernikahan dengan Farid, ia membantu segala macam persiapan”.

Disini terlihat keadilan pada sikap Haris. Walaupun cintanya yang tukus ditolak, ia tak pernah merasa sakit hati, bahkan membantu segala macam persiapan pada pernikahan gadis yang dicintainnya.

 Manusia dan Penderitaan

“Ketika acara pernikahan itu tidak bisa dilangsungkan karena Farid meninggal tabrakan, Haris selalu menghiburku”.

Disini terlihat penderitaan, karena farid calon suaminya meninggal dunia. Sehingga acara pernikahan yang telah disiapkan tidak jadi dilangsungkan.

Manusia dan Tanggung Jawab

“Bahkan ketika aku sudah tidak tahan lagi tinggal di kotaku, Haris pula yang menwarkan jasanya memberi petunjuk supaya aku pindah saja dari kampung halamanku.”

Terlihat tanggung jawab Haris terhadap gadis yang dicintainya.

Manusia dan Pandangn Hidup

“Dan sayangnya sampai sekatang aku hanya menganggap dia sebagai kakak dan tidak lebih dari itu”.

Terlihat pandangan hidupnya yang menganggap Haris hanya sebagai kakak.

Manusia dan Kegelisahan

“agak meremang bulu kudukku tadi ketika mulai memasuki komplkes perumahan itu, karena dikiri kanan jalanan yaitu di sela bangunan tua tumbuh pohon-pohon raksasa menjulan tinggi sehingga….”

Terlihat kegelisahannya, karena rasa tidak tentram dihati ketika memasuki kompleks perumahan yang sunyi.

BALADA PENANTIAN

oleh : Rendra

Gadis yang dilewati kendaraannya mereda dengan jendela menggantungkan had muka dan anggur hidupnya

pada penantian lelaki petualang yang jauh

pada siapa dulu telah ia serahkan malam kesadaranya yang agung

janjinya kembali di tahun bane belum juga tefpenuhi (lelaki itu tidak punya pos dan pangkalan)

ia menanti depan jendela, dilewati kendaraannya

kereta mati membawa ibunya, dibelakangnya tiga tahun bare pula tiba

Usia sendiri meningkat juga di tiap pemunculan bulan muda

ia menanti depan jendela, terurai rambutnya

kail cinta membenam pada rabu, dilarikan ke lubuk yang dalam

Tiada terlepas juga tetes darahnya dilulur kembali ke dada

ia menanti depan jendela, tetes hujan merambat di kaca

adik-adiknya sudah dulu ke altar, dada dada diganduli bayi danlelaki lukanya mendindingi dirinya dan tiap pinangan pulang sia-sia

Ia menanti depan jendela, ketuaan mengintip pada kaca

kandungan hatinya mengelukan jumlah kata seperti kesingupan gua

sebuah rahasia yang hitam, apa kepercayaan apa dendam

ditatapnya ujung jalan, kaki langit yang sepi menelan segala senyumnya ia menanti depan jendela, rambutnya mengelabu juga

dendamnya telah dibalaskan pada tiap lelaki yang inginkan dirinya subuh demi subuh chayal merajai dirinya

makin bersilang parit-parit di wajah, beracun bulu matanya

ia menanti tidak lagi oleh cinta

ia menanti di bawah jendela, dikubur ditumbuhi bunga bertuba

dendanmya yang suci memaksanya menanti di situ dikubur di bawah jendela

 

SURAT DARI IBU

Oleh : Asrul Sani

Pergi ke dunia luas, anakku sayang
pergi ke dunia bebas!
Selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinar daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau

Pergi ke laut lepas, anakku sayang
pergi ke alam bebas!
Selama hari belum petang
dan warna senja belum kemerah-merahan
menutup pintu waktu lampau

Jika bayang telah pudar
dan elang laut pulang ke sarang
angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
dan nakhoda sudah tahu pedoman
boleh engkau datang padaku!

Kembali pulang, anakku sayang
kembali ke balik malam!
Jika kapalmu telah rapat ke tepi
Kita akan bercerita
“Tentang cinta dan hidupmu pagi hari”

 

 

Referensi :

Widyo Nugroho, Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Universitas Gunadarma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s